Tugas 4
Harapan dan doa. Dia adalah seorang perempuan yang bernama salwa farida , dia adalah orang yang sangat cerdas bahkan pintar ,ia selalu saja mendapat juara di kelasnya berturut sampai dia sma, salwa selalu saja fokus terhadap apa yang di kerjakan untuk mencapai sesuatu yang di inginkan bahkan dia sudah membuat planning atau apa saja yang Harus dia lakukan untuk mencapainya , planning nya adalah dia harus masuk ke Universitas indonesia dan kerja di sebuah perusahaan .dia bahkan rela mengorbankan Waktunya.
Akhir tahun
ini salwa akan kelulusan , dia sangat bahagia penantiannya untuk masuk ke universitas yang diinginkan akan tercapai yaitu universitas indonesia. Kerja kerasnya pun semakin gigih, dia belajar dengan penuh semangat,siang malam belajar,bahkan waktu liburnya pun di pakai oleh belajar.dan akhirnya hari itu tiba , hari dimana waktu pengumuman kelulusan dan alhamdulilah dia lulus ditambah mendapatkan nilai yang bagus .
Hingga akhirnya dia melihat penerimaan mahasiswa di universitas Indonesia , namun setelah melihatnya entah mengapa wajahnya berubah menjadi murung bahkan dunia terasa gelap dia pun berkata. “ hah kenapa aku gak masuk?” Dia pun terdiam terheran sambil menahan rasa tangis. Dia pulang dengan rasa kecewa dan masuk kedalam kamar menatap dinding dengan isak tangis .menatap dinding yang penuh gambar planning untuk masuk ke universitas tersebut dan dia pun berkata “ aku gagal” dia menangis sekencang mungkin kemudian berkata lagi “ sia sia semua hasil kerjaku ini “ dan menangis lebih kencang dari apa yang sebelumnya.
Dia pun terdiam di tengah malam , dia tidak bisa tertidur dia terus saja menangis hingga ibunya pun menghampirinya “ sudah nak mungkin ini bukan rezekimu” sambil memeluk salwa yang menangis tiada henti dan mengusap air matanya,kemudian ibunya pun berkata lagi “mungkin kerja kerasmu belum optimal nak” hingga salwa pun berkata “ bagaimana kerja keras ku tak optimal bu, aku setiap hari belajar hingga kadang kadang aku tak tertidur” menjawab dengan penuh isak tangis. Ibunya pun kembali berkata “ atau mungkin kamu yang lupa kepadanya” salwa pun menjawab lagi sambil menghapus air matanya “apa bu lupa kepadanya, sama siapa bu?” Ibunya pun kemudian menjawab lagi “ ia adalah penciptamu nak . Allah, mungkin kegagalanmu saat ini adalah teguran dari Allah karna kamu lupa terhadapnya akibat terlalu fukos apa yang kamu inginkan” saat itu pun salwa terdiam membisu. Setelah ibunya pergi dari kamarnya kemudian salwa terdiam dan merenungkan perkataan ibunya , dalam hati kecilnya ia berkata “ mungkin benar perkataan ibu tadi , aku memang terlalu fokus dengan apa yang diinginkan hingga aku lupa terhadap yang menciptakanku, sekarang kerja kerasku memang sudah optimal namun rasa syukur terhadap penciptaku kurang, aku kadang lupa untuk berdoa padanya, aku lupa mengerjakan kewajibannya, nah kini aku tahu kenapa Allah memberikan rasa gagal kepadaku yaitu untuk mengingatkan ku terhadap” setelah itu salwa menghapus air mata nya dan tersenyum kecil. Setelah itu ia beranjak dari kamarnya dari berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu dia sholat dan berdoa dia berkata “ ya Allah maafkan hambamu ini, aku yang banyak salah padamu karna hanya fokus pada urusan duniaku ini hingga aku lupa pada yang menciptakan ku ini , aku yakin kegagalanku sekarang ini adalah bentuk teguranmu atas semua perbuatanku hari itu, aku bersyukur atas semua rezeki yang telah kau berikan padaku, aku yakin dengan kegagalanku hari ini kau telah menyiapkan sesuatu yang lebih indah dan lebih besar dari ini , aku yakin padamu engkau yang maha pengampun,”tak terasa air mata itu terurai sangat besar mengingat dia yang banyak dosa terhadap pencipta karena lupa padanya. Setelah dia solat kemudian menyiapkan kembali planning untuk satu tahun kedepan, dia tidak apa apa karena tak masuk universitas Indonesia tahun ini tapi dia yakin tahun depan dia akan masuk.
Satu tahun ia selalu saja berdoa kepadanya , melaksanakan kewajibannya dan menyiapkan persiapan untuk kembali daftar ke universitas. Hingga pada waktunya ia ikut ujian mandiri di universitas tersebut setelah kerja kerasnya dalam belajar dan berdoa. Seminggu ia melihat pengumuman masuk universitas , ia terus saja mencari namanya di Mading universitas hingga di akhir kolom terlihat nama “salwa Farida” , dia kaget dan menjerit . Karena Ia diterima oleh universitas yang ia inginkan dan mendapatkan nilai paling besar. akhirnya setelah penantian selama satu tahun ini , setelah itu kemudian ia langsung melangkahkan kaki ke dalam mesjid , dia mengambil wudhu dan berdoa , ia berkata “ ya Allah terima kasih atas karunia yang telah kau berikan , aku memang yakin padamu , kau memang adil setelah kesedihan menghampiriku satu tahun yang lalu hari kau memberikan yang luar biasa padaku , terima kasih ya Allah aku bersyukur padamu”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar